/usr/local/lsws/sites/lib/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 1010" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "8%" ]
Buku Demung Janggala karya Tatang Sumarsono merupakan sebuah novel sejarah yang dipuji karena unsur struktural dan nilai etnopédagogiknya, yang menjadikannya objek penelitian penting.
Kisah Daerah Tidak Bertuan berpusat pada sebuah kelompok kecil bernama Pasukan Liar, yang dipimpin oleh Kaelani. Mereka terdiri dari beragam latar belakang sosial—Marno, Pak Mantri, Truno, Ganda, dan Solimin—yang dipersatukan oleh semangat merebut kemerdekaan. Namun, di balik semangat perjuangan itu, tersimpan perbedaan, kecurigaan, dan godaan kepentingan pribadi yang menjerat.