/usr/local/lsws/sites/lib/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 570" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "8%" ]
Ini kopi bukan sembarang kopi. Ini kopi bikinan koki bernama Jon Pakir alias 'Jon yang Faqir-seorang pakar kondang asal Jombang yang piawai dalam meracik gagasan dan merakit kata-kata. Kali ini, si Jon ingin menghibur pembaca sekaligus menyajikan secangkir kopi yang mat-matan untuk dinikmati kapan dan di mana saja. Ada kopi 'Modal untuk Pelit, kopi 'Amenangi Zaman Jahiliah, kopi Jurnalisme Abso…
Kesendirian selalu mengajarkanku untuk terus bertahan. Hari-hari yang kujalani tanpa einta tidaklah buruk, atau setidaknya + aku masih bisa menikmatinya bersama bunga-bunga yang indah ini. Mungkin aku yang terlalu sombong menutup hatiku sampai akhirnya aku tunduk pada cinta yang kau beri. Dan aku tak pernah mampu untuk melepaskanmu, bahkan ketika Tuhan memutuskan takdir yang berbeda.
Setelah Diana pulas, keharuan Ridho meledak. Mata pemuda itu berkaca-kaca. la menyadari dirinya sedang ada di dalam kereta, duduk di samping putri bungsu Kyainya. la baru saja meninggalkan pesantren. la dalam perjalanan pulang. Inilah hidup, tidak ada yang tetap selamanya. la tidak mungkin terus tinggal di pesantren jadi santri sepanjang hayatnya. Matahari terus berputar pada garis edarnya. Bum…
Seorang penyair berusaha mati-matian mengisahkannya selama 40 hari di depan orang banyak di sebuah alun-alun kota Karbala. Hukuman telah menantinya karena mengaku-ngaku sebagai pengarang Diwan az-Zahra yang sangat terkenal. Dari sinilah semua kisah ini bermula.... Semuanya berawal dari kerinduan. Kerinduan terhadap sebuah sosok yang luar biasa. Salah satu dari 4 wanita yang dijanjikan surga. Ya…
Sesuai dengan judulnya, buku ini memuat empat lakon. Judul pertama adalah PERGURUAN yang memenangkan sayembara penulisan naskah Sandiwara Indonesia 1978 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta. Naskah ini beberapa kali dipentaskan di Padang, dan Taman Ismail Marzuki. Judul kedua adalah PERBURUAN (Tuanku Nan Renceh).
Apakah hidup akan menyisakan sepotong kecil, seukuran kuku kelingking, sedikit saja, keingginanku yang bisa kutanam dan kusimpan sendiri? hyang Widhi, apakah sebagai aku terlalu loba, tamak, sehingga kau pun tak mengizinkanku memiliki impian?