/usr/local/lsws/sites/lib/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 980" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "8%" ]
Khotbah di Atas Bukit bercerita tentang Barman, seorang laki-laki tua (65 tahun) pensiunan pegawai negeri. Barman yang ingin menyepi di masa tuanya memutuskan hidup di villa di perbukitan. Apa yang akan kau bayangkan dengan vila di bukit? Tentu saja udara segar, keheningan dan pemandangan hiijau. Suasana sejuk dan damai. Ketenangan dan ketentraman.
Ia adalah cintaku, dan aku membunuhnya karena aku mencintainya... ia adalah pengantin priaku dan aku adalah pengantin wanitanya.